Bersatu dalam Menjaga NKRI: Hormatilah Perbedaan

Jika kita sebagai Warga Negara Indonesia yang cinta tanah air, tentunya kita mengetahui pengertian NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), bagaimana fungsinya dan apa tujuan dibentuknya NKRI. Bahwa sesungguhnya di negeri kita, menggunakan sistem Pemerintahan Republik, hingga tersebutlah Republik Indonesia. 


Secara umum, NKRI merupakan kesatuan dengan bentuk republik yang menggunakan sistem desentralisasi. Di mana sistem ini memiliki kebijakan bahwa pemerintah daerah memiliki otonomi seluas-luasnya di luar bidang pemerintahan yang berpacu pada Undang-Undang yang merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Seperti yang dikatakan pada UUD 1945 pasal 1 ayat 1,
“NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik. Ketentuan ini dijelaskan dalam pasal 18 UUD 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kota dan kabupaten, yang tiap-tiap kota, kabupaten dan  provinsi itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang.”
NKRI sendiri terbentuk memiliki tujuan berdasarkan pembukaan UUD 1945 yaitu,
  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
  2. Memajukan kesejahteraan umum,
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa,
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Mengingat pengertian dari NKRI bahwa NKRI adalah negara kesatuan yang diatur dalam kebijakan pemerintahan, dan memiliki tujuan sebagai pemersatu bangsa bahwa kita adalah Bhineka Tunggal Ika yang berarti bersatu walaupun berbeda-beda dari suku, agama, RAS, dan adat. Hal ini pun diberlakukan dengan adanya toleransi antar bangsa Indonesia dalam bersatu demi menjaga kesatuan NKRI. Ya, BERSATU DALAM MENJAGA NKRI.
Namun, pertanyaannya, bagaimana kita bersatu dalam menjaga NKRI? Bagaimana kita menjaga kesatuan dan persatuan bangsa yang berbeda agama, suku, RAS, dan adat?

Menjaga Kesatuan NKRI

Mengingat bahwa kita di Indonesia terdapat ragam budaya, agama, dan budaya. Bahwa kita harus menjaga toleransi pada orang sekitar kita walaupun berbeda-beda suku, agama, dan RAS. Bayangkan, betapa indahnya jika kita hidup bergandengan tangan dengan orang sekitar kita, walaupun berbeda suku, agama, dan RAS. Tentu negeri ini akan indah. Di sinilah kita bisa BERSATU DALAM MENJAGA NKRI
Mungkin akhir-akhir ini kita sedang dilanda musibah tentang hidup beragama dan bernasional. Tentu ini menjadi polemik sendiri dalam diri kita sebagai Bangsa Indonesia. Seperti adanya kasus Ahok beberapa tahun lalu tentang penistaan agama, atau dengan kasus Sukmawati Soekarnoputri tentang puisinya yang bersinggungan dengan agama. Atau akhir-akhir ini lebih cenderung pada kasus terorisme bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa oknum dan lokasi setempat. Mungkin hal ini menjadikan kasus kekhawatiran tersendiri bagi kita sebagai bangsa Indonesia yang ingin menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.
Ok. Saya hanya seorang mahasiswa dan blogger biasa. Mungkin menurut Anda, saya tidak pantas beropini tentang negara, hukum, ataupun agama. Tak pantas beropini tentang agama, karena saya bukan ahli agama, tak pantas beropini tentang hukum atau negara karena saya bukan ahli hukum. Tapi setidaknya ini adalah suara hati saya sebagai pelaku atau orang yang terlibat dalam PERSATUAN NKRI. Ya, saya memiliki hak untuk beropini bukan? Tapi tenang, saya tidak mencoba untuk memprovokasi, saya hanya ingin beropini bahwa kita perlu menjaga kesatuan NKRI bersama-sama. Mengingat akhir-akhir ini kita mulai diadu domba dengan beberapa kasus yang menyinggung agama, RAS, dan budaya. Inilah yang perlu kita perhatikan.

Kasus NKRI

Jika melihat beberapa kasus tentang penistaan agama, dan jika saya boleh berkomentar atau beropini, mungkin saya akan berkata, “Ini adalah jalan menuju hikmah”. Ya, coba kita ingat kembali kasus Ahok. Ketika adanya kasus Ahok, beribu bahkan puluhan ribu Umat Muslim berkumpul menjadi satu. Kita ambil hikmahnya, dengan adanya kasus ini, ribuan umat Muslim bisa bersatu dan terlihat jelas dengan adanya keimanan mereka terhadap agamanya. Bukan saya membela Ahok atau kaum muslim. Tapi saya melihat di sisi keindahannya, yaitu bersatunya Umat Muslim dari segala penjuru.
Yang perlu kita sadari, bahwa dalam menyikapi beberapa kasus yang berhubungan dengan agama, RAS, dan budaya, kita perlu toleransi dan mengingat pengertian NKRI. Kita perlu bersikap bahwa itu adalah polemik atau masalah dalam beragama dan berbangsa. Dan ini adalah ujian kita sebagai makhluk yang beragama dan berbangsa. 

Solusi Kasus NKRI

Jadi, saya beropini bahwa kita perlu menyikapi dengan baik. Maka, kita bisa menjaga NKRI bersama-sama. BERSATU DALAM MENJAGA NKRI. 
Selain itu, janganlah kita mudah tersulut dengan api kecil yang bisa membesar. Kita tetap perlu dewasa dalam menyikapinya. Jangan sampai kita mudah terhasut dan diadu-domba. Kita masih bisa hidup bertetangga dengan baik. Kita masih bisa hidup bersatu dengan baik. Dan kita masih bisa menjaga kesatuan NKRI bersama-sama. Indahnya negeri ini jika kita bisa bersatu dalam menjaga NKRI bersama-sama, dan hormati perbedaan juga sebarkan berita baik.

Salam Keindahan

No comments:

Post a Comment